Hedonisme

Mendewakan kesenangan belaka adalah Hedonisme

Gaya hidup atau pemahaman yang memisahkan agama dalam aspek kehidupan (berorientasi pada materi duniawi) disebut Sekulerisme,

Sedangkan hidup dengan amalan-amalan untuk akhirat saja seperti Haji Shaleh, seorang karakter dalam cerpen sastra karya Ali Akbar Navis(A.A. Navis);”Robohnya Surau Kami ( klik disini untuk download)” juga bukan perilaku yang bijak menurut saya, firman Allah SWT,

“Dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan”

(QS. An-Naba, 78:11).

masih belum cukup?

i’mal lidunyaaka ka annaka taiisyu abada, wa’mal liaakhirotika ka annaka tamuutu ghodan.

artinya,  “beramal-lah untuk dunia seolah kamu akan hidup selamanya, dan beramal-lah untuk akhirat seolah kamu hendak mati besok.” (Al-Hadist)

Maaf bila postingan kali ini alurnya berantakan, tidak sistematik.

Maklumi ya.. si empunya blog bukan anak sastra yang tahu betul bahwa good writing harus punya kerangka, saya hanya seorang mahasiswi informatika yang sedang mencoba dunia bahasa. :)

cara penulisan saya serabutan. hm, bolehlah kita sebut sebagai gaya petik jambu. kenapa demikian? soalnya dibelakang rumah saya, yang ada ya pohon jambu karena gaya petik jambu yang saya tahu; ketika melihat buah merah, maka saat itu juga dipetiknya. begitupun dengan apa yang saat saya ingat, maka hal itulah yang saya tulis.  *JENG JENG… inilah Lemma Riezka. hha*

Seringkali secara tidak sadar kita terjebak ke dalam gaya hidup hedonisme, happily oriented. Yang penting sekarang senang, masa bodoh kedepannya bagaimana.

tanya: Lantas, apa solusinya, kaka?

jawab: Dengan menghidupkan sikap visioner.

yap, visioner artinya berpandangan kedepan. dan jawaban saya di atas tidaklah absolut, hanya salahsatu penawaran dari sekian banyak solusi yang bisa di usahakan.

Misal 1; saat godaan untuk bermain game lebih besar daripada niat belajar, maka cobalah untuk berpikir tentang efek jangka panjang dari aktivitas yang dilakukan. baik, memang bermain itu menyenangkan tapi paling hanya berkisar antara 1-2jam ketika game itu dimainkan. sedangkan belajar? memang bukan hal yang asik, tapi dampak positifny banyak; ilmu kita semakin bertambah, nilai jadi bagus, orangtuapun akan bangga.

Make the best use of all the time you have.
Once lost, you will never get it again.

-anonim-

Seandainya waktu bisa dibeli, akan kubelanjakan seluruh hartaku

untuk membeli waktu terbuang dari orang-orang yang lapang.

-filosof muslim-

kasus lain, jika sudah belajar tapi nilainya tetap belum memuaskan?

La Tahzan. jangan bersedih, kawan. karena Allah Maha Tahu. :)

niat, ilmu yang didapat, dan waktu yang digunakan akan menjadi saksi atas usahamu dalam belajar. wallahu alam.

Percayalah.. ada upah untuk setiap jerih payah. 

Misal2; saat godaan untuk mendapat kekayaan lewat jalur instan begitu menggiurkan.

ini bisa disebut hedonisme juga. ingatlah.. masih ada kehidupan setelah kematian. Relakah jika harta yang diperoleh dengan jalan yang tidak halal itu memenuhi perut seluruh keluargamu?  kesenangan mungkin akan diperoleh semasa hidup (yang notabene rata2 berkisar antara 50-80 tahun), tapi lamanya siksa di akhirat? jauh lebih lama dari itu. bahkan berkali-kali lipat. Naudzubillah. Firman Allah,

Laa yadkhuluunal jannah, daamun wa lahmun minnabatissuhti.

Artinya, “Tidak akan masuk surga orang yang perutnya dipenuhi oleh makanan yang haram

Percayalah.. akan ada upah untuk setiap jerih payah. Untuk yang baik, maupun yang buruk.  Allah knows.

No matter what, inside or out
There’s one thing of which there’s no doubt
Allah knows
Allah knows
And whatever lies in the heavens and the earth
Every star in this whole universe
Allah knows
Allah knows

When you find that special someone
Feel your whole life has barely begun
You can walk on the moon, shout it to everyone
Allah knows
Allah knows

Zain Bhikha – (Allah Knows)

Waah, ga terasa udah jam 4pagi, alamat ga tidur hari ini. :(

tapi.. saya tidak menyesal, karena jadinya bisa brainstorming materi baru di blog ini(yang biasanya hanya dipenuhi tulisan kurang penting,hihi).  anak ekonomi bilang, “mau ga mau opportunity cost berlaku.”  n_n

yang punya pendapat lain, saya tunggu di kolom comment. oke oke?

udah dulu yah, riez mau siap2 ke Bandung, sekalian ngambil buku filsafat yang sebenarnya sudah lama saya janjikan buat seorang teman. lewat sebaris kalimat dibawah ini saya mau bilang,

puntennn pisan nya.

Semoga bermanfaat. wassalam. :)

-Riezka Amalia Faoziah-

Related Friend’s Post:

Hedonisme-Adiwijaya