Di suatu sore

suasana kamar yang agak redup, dan sore yang tidak terlalu terik ini membawaku untuk bermelankolis. hmm, jika benda-benda mati diizinkan utk berbicara, mungkin kamarku tak ubahnya akan seperti pasar. banyak tugas yang menjerit pada empunya minta diselesaikan.
belum lagi dua kuis yang tidak diragukan lagi akan siap menyambut di pertengahan desember ini, huff… jadi mahasiswi tidak semudah perkiraan.

tapi, menurutku masih lebih baik dari siswa SMU yang setiap harinya dipaksakan harus masuk kelas pagi sampai sore..

masih lebih baik juga jika dibandingkan dengan beban orangtua yang membiayai kita. ya, dan tidak hanya kita tentunya! bila anda bukan seorang anak tunggal..

dan masih jauh lebih baik dari para tunawisma yang mungkin samasekali tidak pernah terpikir untuk mengupdate blog -menulis keluhannya tentang tugas ini dan itu- karena untuk sesuap nasi di pagi hari saja harus menunggu upah hasil kerjanya dari lebih setengah hari….

patutlah kita bersyukur atas semua karunia dan nikmat yang seringkali terlewatkan..yang bahkan baru kita sadari ketika karunia dan nikmat itu pergi…

fabiayyi aala irabbi kumaa tukaddziban..
“Dan nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?..”

One thought on “Di suatu sore

  1. newbie says:

    terlalu banyak..

KIRIM TANGGAPAN

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s