Pidato Perpisahan

Mangga dibaca…

Berikut adalah contoh pidato perpisahan untuk kelas 6 SD, teks sambutan yang disampaikan oleh Reisha Rahmatun Nissa mewakili teman-teman kelas 6 di hari perpisahannya[senin, 27 Juni 2011] at SDN Cikalongsari, Kab. Karawang. Lumayan untuk dijadikan template, tapi mungkin bahasanya agak kaku.. yah, silakan di modifikasi saja.

Di bagian paling bawah riezka juga tuliskan tips dan trik berbicara di depan umum.

semoga membantu. : )

Assalamualaikum Wr. Wb.

Yang saya hormati Bapak Kepala Sekolah SDN Cikalongsari beserta dewan guru. Yang saya hormati orangtua dan wali murid, serta yang saya banggakan teman-teman seperjuangan; siswa-siswi SDN Cikalongsari.
Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat allah swt. Shalawat beserta salam semoga tetap terlimpahkan pada suri tauladan umat manusia, yakni habibana wanabiyyana Muhammad SAW.

Untuk Bapak dan Ibu guru yang kami cintai,
Masih terbayang dalam ingatan, ketika bapak dan Ibu guru mengajari kami dengan penuh sabar dan kasih sayang.
Terima kasih, telah mengajarkan kami berhitung mulai dari 0 sampai 1000
mengenalkan alfabet dari huruf A sampai Z
dan membuka cakawala kami tentang Indonesia, dari sabang sampai merauke.
Semoga Allah SWT membalas dengan pahala yang berlimpah atas semua kebaikan yang bapak dan ibu berikan.

Terima kasih, Pahlawan tanpa tanda jasa. Jasamu abadi, kami kenang sepanjang masa.

Disini, saya mewakili teman-teman kelas 6,
mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya jika saat belajar di kelas maupun di luar kelas,
ada sikap yang tidak terpuji,
kata-kata yang tercela
dan khilaf yang tidak disengaja telah melukai ibu dan Bapak guru.

Untuk teman-teman kelas 6,
cerita kita tidak akan selesai disini.
Kita masih bisa Tersenyum dalam ilmu, dan Tertawa dalam canda
Walau di tempat masing-masing yang berbeda.
perpisahan hari ini adalah langkah awal kita untuk mencapai citacita yang lebih tinggi. Mari benamkan dalam dada, tekadkan untuk terus mengharumkan nama SDN kita tercinta.

Untuk adik-adik tersayang, saya mewakili teman-teman kelas 6 ingin menyampaikan pesan,

Tiada kesuksesan tanpa perjuangan
Tiada perjuangan tanpa pengorbanan
Tiada pengorbanan tanpa keikhlasan.

Kami yakin, di kemudian hari akan tiba juga saat adik-adik mencapai kelulusan. Kuncinya hanya Ikhlas dalam belajar, berusaha keras, dan tidak lupa berdoa. InsyAllah kelak adik-adik bisa seperti kami disini, lulus dengan nilai yang memuaskan, bahkan lebih baik lagi.

teks oleh : Riezka Amalia Faoziah

riezka135.wordpress.com

Semua kenangan yang berasal dari sebuah gedung Sekolah Dasar, di salahsatu sudut desa cikalongsari ini tidak akan kami lupakan.
Hadirin yang berbahagia,
Rupanya sambutan dari saya cukup sekian, mohon maaf apabila ada kesalahan.
Akhir kata, saya memohon doa restu dari hadirin , agar kami, pelajar SDN Cikalongsari – Karawang,bisa menjadi insan yang berguna bagi nusa, bangsa, dan agama. Amin.

Saninten buah Saninten

Dicandak ka Parapatan

Hapunten Abdi Hapunten

Samudaya Kalepatan

Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

teks oleh  Riezka Amalia Faoziah

disampaikan Reisha Rahmatunnissa pada perpisahan SDN Cikalongsari, Karawang

~*~

oke adik-adik pembaca, goodluck ya. semoga berhasil. ;)

informasi tambahan seputar speech, naskah, teks sambutan, ceramah keagamaan, atau hal lain seputar pidato untuk anak-anak, kontak abdi di:  Fb atau email riezka_3r@yahoo.com.

Sukses. :)

Kenalan yuk di kolom komentar!

Baca juga :

7  Tips dan Trik Pidato ala Riezka

Contoh pidato anak : Keutamaan Ramadhan

Contoh pidato anak : Pentingnya Shalat

Teori Memaafkan

Hari Kelima Kerja

Sekarang adalah hari kelima saya Kerja Praktek di salahsatu perusahaan besar di Cikampek.
saya makan siang sendirian.
tapi untungnya ada teman mengobrol, anak berseragam yang wajahnya familiar, kemungkinan sama-sama anak PKL yang berada di biro Teknologi Informasi.

AB(anak berseragam): “yang dari Telkom ya, bimbingannya Pak Angga?”

rz: “iya.. Adek dari SMK mana?”

AB: “oh, saya mah anak sini, SMK Karawang, temen2nya mana? bukannya ber-3 kan ya?”

rz: “iya, yang lain ga ikut. di Kantor Pusat. eh, dari karawang? sami atuh abi oge. adek karawangnya sbelah mana?”

AB: “saya mah dimana-mana.. kalau pagi ya di Cikampek, sore pulang ke ……(lupa, pokoknya menyebutkan salahsatu tempat di Krw), nah kalau malamnya di Telagasari”

rz: “hm, tau, dulu saya pernah ke Telagasari. waktu ada pengajian.”

AB: “aktif di keagamaan ya? saya juga dulu rohis, tapi sekarang engga.”

rz: “oh.. kenapa dek? padahal ikut aja”

AB: “iya, dulu.. sekarang mah cuma ikut di undang aja kalau anak rohisnya ngadain acara. Angkatan berapa?”

rz: “2008. adek kelas berapa, memangnya?”

AB: “saya angkatan 2008”

rz: hening. [tetapi sesungguhnya dada saya bergemuruh hebat]

AB: “saya juga angkatan 2008, kelahiran 90, riezka juga tahun 90 kan?”

rz: “sssa.yya.aa 91” [terbata-bata]

AB: “saya karyawan baru disini.. ”

rz: “OH YA?” [serasa dapat hantaman bata, bukan terbata-bata lagi namanya]

duh, yang membuat saya pucat pasi sebenarnya bukan karena sulit menerima kenyataan bahwa sebenarnya kita seangkatan, tapi karena daritadi saya menggunakan sapaan adek.
#malu bertubi-tubi

Ketika saya bercerita, Uum dan Sisi tertawa. lalu riez diberi penjelasan kalau memang, setiap karyawan baru(dalam masa training) disini harus berseragam. :P
Entah mengapa mindset saya sudah begitu kuat bahwa setiap pemakai seragam adalah; kalau bukan anak sekolah, berarti mahasiswa/i  IT Telkom.