[ayo buat] Pot Cantik dari Batik

Pot bunga kreasi sendiri. Alternatif hadiah wisuda atau hadiah ulang tahun yang berkesan.

Satu pot bunga akan jauh lebih berarti, dari sekedar ‘setangkai‘ atau ‘seikat‘ bunga yang terlihat indah sesaat lalu mati…

Alat dan bahan:

  • 1 buah tanaman hias

   

  • 1 buah bekas kaleng makanan
  • kain bekas bermotif batik (tips: untuk kemudahan pembungkusan, gunakan kain yang pas dengan bentuk kaleng, saya memilih ‘celana panjang’ karena kaleng bekas pada demonstrasi ini berbentuk tabung)
  • double tape atau lem perekat
  • gunting
  • palu atau barang substitusi lain. berhubung palu saya dipinjam sejak minggu lalu dan sepertinya teman saya lupa mengembalikan, setelah berpikir keras akhirnya disini saya menggunakan mutu (itu temennya coet,  istilah di sunda karena saya ga tau bahasa indonesianya apa, pokonya mah yang suka dipakai buat numbuk bumbu2) http://matcuoi.com

  • 1 buah Paku
  • 1 meter Pita atau hiasan lain sesuai selera

LANGKAH PEMBUATAN :

1.  Setelah semua alat dan bahan ready, gunting kain batik sesuai ukuran kaleng makanan. Agar terlihat rapi, gunakan rumus (tinggi kaleng + 10cm). Balut kaleng bekas dengan kain yang sudah disiapkan. Karena disini saya memakai potongan kain celana panjang, kaleng tinggal dimasukkan. Lalu, beri double tape atau perekat pada setiap ujung kain.

   

2.  Lubangi permukaan dasar kaleng dengan paku dan palu(atau coet). Jumlah lubang sesuai selera, dan usahakan jangan terlalu kecil sehingga tidak mudah tersumbat oleh tanah dan kerikil. (Tips berdasarkan pengalaman: agar tangan Anda tidak terluka, gunakan kain atau tang saat mencabut paku yang menancap di kaleng).

 

Mengapa harus dilubangi? supaya tidak ada genangan air berlebih dalam pot.

3. Buang polybag (plastik yang biasa membungkus tanaman). Lalu, masukkan tanaman ke dalam pot.

  

4. Hias dengan pita yang sudah disediakan. Untuk pembaca pria, dapat juga menghiasnya dengan ornamen yang lebih gentleman (misal : golok, pistol, celurit). hahaha..percaya aja, becanda. 

Horee! Pot cantik dari batik siap dipajang, selamat mencoba. http://matcuoi.com

Improvisasi (1) : Bisa juga ditaruh di depan kamar (Tips: Agar lantai tidak kotor, gunakan dua kaleng yang ditumpuk untuk mengantisipasi air yang jatuh saat penyiraman. Tumpukan kaleng yang kedua sudah dihias dengan cara yang sama seperti di atas, hanya saja tanpa lubang di permukaan bagian bawah).

Improvisasi (2) : Tanaman, bisa jadi alternatif pengganti tradisi berbagi bunga saat wisuda atau hadiah. Walaupun kelak akhirnya akan mati, tapi setidaknya ia bisa bertahan lebih lama.. dan tidak perlu terikat dalam balut indah kertas berwarna.

this content is sponsored by : GreenThumb (Komunitas Jempol Hijau)

Greenthumb presentation. Q & A session at R Multimedia, Institut Teknologi Bandung (ITB).

Hatur nuhun atos sumping. Terima kasih sudah membaca. http://matcuoi.com

Teori Memaafkan

Bila bumi telah berputar mengelilingi matahari dan kau masih terluka 

Maka ikhlaskanlah, maafkanlah..

Jadilah terang…

~*~

Dalam beberapa waktu ini, saya menyendiri di kamar kost lebih kerap dari sebelumnya. Hening. Sepi. Hanya ramai sesekali, oleh pikiran yang bergelut berpikir tanpa wasit. Merenung tak terkendali. Menyambung koneksi dari setiap peristiwa yang saya lalui.  Terkadang, ‘kereta hidup’ tidak berjalan mulus di rel yang telah kita konstruksi. Ada paku, batu, bahkan angin yang turut berpartisipasi mengubah arah dan laju. Apapun yang terjadi, seorang masinis hanya perlu memegang kemudi, dan sesekali melihat navigasi. Setiap manusia adalah masinis. Memiliki track tersendiri, rancangan hebat dari Sang Pencipta. Renungan terhenti di satu sudut, dan akhirnya saya menyadari, memaafkan kesalahan dalam kenyataannya tidak semudah teori yang bergema.

Maka ikhlaskanlah, maafkanlah..

Karena setitik nila, jadi terlalu sibuk mencela, padahal belum tentu diri ini lebih baik. Merasa disakiti, padahal entah siapa yang terusik pertama kali. Pepatah bicara bila kehidupan semakin ‘asin’ terasa, maka hati harus seluas samudera, agar bongkah demi bongkah garam yang jatuh tak kentara berpengaruh. Bukan berarti acuh. Pengalaman yang tak ingin diterima oleh nalar tak perlu dilupakan. Biarlah  menjadi bagian dari kenangan.. sebagai pelajaran di hari kemudian.

Sesuatu mendorongku tenggelam di kedalaman, bahkan sedikit lagi menyentuh dasar. Tapi selalu ada kesempatan untuk berenang mencari sinar. Lebih baik mati saat mencari matahari, daripada diam tak bergerak samasekali. Seperti potongan sajak Mesty Ariotedjo di atas, Jadilah terang

Contoh Ceramah Anak SD: Pentingnya Shalat

Berikut adalah contoh kultum atau ceramah untuk anak SD,  dapat digunakan sebagai teks pidato sederhana bagi anak-anak yang ingin belajar tampil di depan umum.

Yup, Adik – Adik yang mau kultum/ceramah/pidato, tetap tekun ok! Semoga sukses dan lancar! ^_^

Assalamualaikum wr. wb.

[Alhamdulillahi robbil alamin, wasshalaatu wassalaamu alaa asrafil anbiyaa’ i  wal mursaliin wa’ala aalihi wasohbihi ajma’in, (amma ba’du)” keterangan : tulisan arab di atas disebut ‘mukaddimah’, boleh dibaca maupun tidak.]

Bapak, Ibu, dan teman-teman pendengar yang saya hormati, nama saya [sebutkan nama sendiri] , siswa kelas .. SD, akan  menyampaikan uraian hikmah tentang Pentingnya Belajar Shalat.

Hadirin yang di muliakan Allah,

Nabi muhammad SAW telah bersabda: “Shalat adalah tiang agama. Barangsiapa menegakkan shalat, berarti telah menegakkan agama. Dan barangsiapa meninggalkan shalat berarti telah MERUNTUHKAN agamanya.” [tips: beri penekanan pada kata ‘meruntuhkan’]

Belajar shalat sejak dini sangatlah penting, pepatah mengatakan ‘belajar sedari kecil bagai menulis di atas batu, sedangkan belajar sesudah dewasa laksana menulis di atas air’.

Teman-teman, Reisha mau tanya,

teman suka sholat, tidaak?

shalat Dzuhur berapa kali?? Ashar berapa kali? Kalau magrib? [kemungkinan audiens akan menjawab 4 atau 3]

iih.. salah, jawabannya adalah:

Shalat dzuhur satu kali. Shalat Ashar dan magrib juga satu kali.

Tapi kalau ditanya, berapa raka’at???? barru jawabannya; Dzuhur 4 Rakaat. Ashar 4 rakaat. Magrib 3 rakaat, Isya 4 rakaat, dan shalat subuh 5 rakaat. Cara menghafalnya gampang:

[tips: nyanyi menggunakan nada cicak-cicak di dinding]

Empat, Empat, dan Tiga

Empat, Dua roka’at

Itulah jumlah shalat

Sehari dan semalam.

Hadirin yang saya hormati,

Kesimpulan dari kultum ini yaitu; shalat adalah tiang agama, karena itu mari belajar shalat sejak kecil agar agama islam tetap tegak di muka bumi dan kita semakin di sayang oleh Allah SWT.

Sekian kultum dari saya. Mohon maaf bila ada kesalahan, karena [sebutkan nama ] masih dalam taraf belajar.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

~*~

oleh Riezka Amalia Faoziah

Pembina : Ust. Drs. Ujang Nasrudin

pernah disampaikan : Reisha Rahmatun Nissa

Baca juga :

Contoh Pidato Maulid Anak

contoh ceramah untuk anak : Pidato Perpisahan

7 Tips dan Trik berpidato atau sambutan

Contoh ceramah untuk anak : Ibadah sederhana di bulan Ramadhan

Contoh Ceramah Anak : Hikmah Berkurban

Selamat Menunaikan Puasa

(dari kiri ke kanan: Muhammad Riezky Fadillah, Riezka Amalia Faoziah, Reisha Rahmatun Nissa)

kami adalaaaaaaah….. ***Jeng Jeng****

POWER RANGER

*ups, salah o_O Coret. Coret. Coret.*

Tiga bersaudaraaaaaa!

*krik… krik..*

Mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan, Mohon maaf atas semua salah dan khilaf.  Semoga kita dapat berjumpa kembali di hari yang fitri.

May Allah Guide us all to truth always and keep us on the straight path.

Salam. :)

image from en.allexsperts.com

Iblis, Kau Iblis!

oleh Riezka Amalia Faoziah

++

Ada iblis dalam lidah

saat bicara dusta,

atau keluh meradang,

atau dalam rayuan menggoda berbusa

+++

Ada iblis di tangan

menjauhkan jemari dari keinginan memberi

berguru  penghianatan Azazil

sang malaikat hitam pesakitan surga

penjaja racun di atas nampan berhias cherry

+++

Iblis bergelayut di kaki

menuntun langkah pada kesesatan sejati

+++

Menggoda pemuda

memaku rindu dalam nafsu yang bertalu

Menggoda pemudi

menerbangkan angan tak bertepi

Menepis syar’i

+++

Iblis menari-nari

Lalu merajai bumi

+++

Iblis, kau Iblis!

+++

“Sesungguhnya syetan itu berjalan dalam diri manusia menurut perjalanan darahnya” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bandung, 16 Juli 2012