Menentukan Keinginan

Bila dunia diibaratkan dengan sebuah negara,

_________________________________

Dunia=Negara

——————————————————————-

maka masing-masing kita adalah presidennya.

berhak menentukan semua kebijakan untuk setiap peristiwa dan kejadian,

memilih antara sedih dan bahagia

murung atau tersenyum,

mengeluh atau bersyukur,

malas atau bekerja,

mencaci atau memuji,

menghianati atau menepati,

berdusta atau jujur,

acuh atau menolong,

diam atau bergerak,

sembunyi atau hadapi,

marah atau ramah,

melawan atau bersabar,

pasrah atau qanaah

`dan banyak opsi lain yang  tidak tertuliskan.

kalau berdasarkan literatur yang kita dengar atau baca… manusia cenderung pada kebaikan.

tapi ego/kesombongan seringkali menguasai diri. memberi jarak pada pilihan yang lebih bijak.

dan (kalau ini pendapat pribadi) sebagian lagi karena pengaruh televisi, protagonis selalu diilustrasikan sebagai pihak yang melulu lemah, tertindas, berurai air mata, setelah itu baru ber-ending bahagia. beberapa, memilih peran berlabel protagonis yang bersikap antagonis, percaya diri akan berakhir indah meski berperan gagah [menjunjung amarah, membanggakan kedudukan yang bersifat fana].

apa bedanya presiden dengan abang tukang chuanki?

apa bedanya presiden dengan montir bengkel?

apa bedanya presiden dengan pemulung sampah yang berpakaian lusuh? mungkin sebagian presiden(kita) hanya unggul dalam sedikit kelebihan materi…

tapi di akhirat nanti, kehidupan yang lebih kekal……….

mungkin saja abang tukang chuanki yang akan lebih bahagia

mungkin saja montir bengkel yang akan lebih sejahtera

dan mungkin saja pemulung sampah yang biasa ter-remehkan, akan lebih meraja daripada yang bergelimang harta sewaktu di dunia.

wallahualam bishawab.

Pak/Bu Presiden yang baik hati, sebuah kehormatan bagi saya Bapak dan Ibu sejenak meluangkan waktu untuk membaca tulisan ini, terlebih bila dapat bertukar pendapat sebentar di kolom komentar  :)

Selamat menentukan strategic goal negara masing-masing, sesuai keinginan… :)

Bebas menentukan keinginan. karena kita, sekali lagi, Presiden.

Semoga bahagia dengan semua keterbatasan di dunia dan setelahnya..

~*~

salam negarawati,

Riezka Amalia Faoziah

*btw, saya dapat saran ni dari dosen supaya kalau bicara pundaknya jangan sambil diangkat,saya sendiri ga nyadar lho tiba-tiba ada kebiasaan kaya gitu,, pasti keliatannya cupu beeeeud mungkin yah. #curhatsambilan #ganyambungsamajudul #ngerusakatmosfir. hehehe.

6 thoughts on “Menentukan Keinginan

  1. Argentum10 says:

    Karena di sini kita berbicara tentang individu, dan saya adalah presiden dari negara saya, maka saya memutuskan untuk mengambil kebijakan berdasarkan sisi yang menimbulkan efek positif bagi negara saya.

    BTW, bukannya emang Riezka sering mengangkat pundak kalau bicara dalam forum formal ya? :D

  2. kidalboy says:

    bilang aja itu otomatis pundaknya bergerak,ajari dosennya biar pundaknya bisa bergerak juga. :D

  3. Queen says:

    semua butuh pengorbanan jg. krn itu terkadang hrus ad segilintir orang yg berkorban untuk d korbankan demi kebahagiaan presiden lainnya.

  4. akang alieth says:

    klu bcra …..
    mnntukn keing!nan,
    sya ing!n mnjdi bpk presiden,
    dan rie ibu presidennya.
    hehehe…
    tpi sya stju apa yg ditulis oleh rie di atas.

KIRIM TANGGAPAN

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s