My Story: Panggilan Sayang dari Teman

Assalamualaikum

Hai temans, senang bisa menulis lagi. Saya usahakan kali ini postingannya agak panjang. haha.

3 Minggu yang lalu, tepatnya hari minggu, 2 Februari 2014, saya dalam perjalanan dari Leuwi Panjang (Soekarno Hatta, Bandung) menuju daerah Sukapura (Buah Batu, Bandung) menggunakan ojeg. Di tengah perjalanan, saya melihat sepasang perempuan (berboncengan) di atas sepeda motor. Dilihat kejauhan dari belakang, kecepatannya pelaaan sekali, setelah relatif dekat, ternyata memang sangat pelan. Saya hampir menahan nafas saat motor tersebut melewati polisi tidur, karena terkesan oleng. ‘hmm… sepertinya sedang belajar mengendarai motor’ gumamku dalam hati. *celotehan tukang ngebut

Setelah sepasang perempuan bermotor pelan itu dilewati, rasanya wajah si pengendara tidak asing. Ternyata gadis itu adalah Rahma, temanku tercinta, yang sedang membonceng Widi, temanku ter-anti-gula-dan-tepung^^

Saya panggil seketika, “Rahmaaa!”

Sambil terus mengendarai, dijawabnya, “Ka Riskaaaaaa……” diikuti oleh panggilan dari gadis yang sedang diboncengnya “Kaaa Riiiskaaaaaa…………………..a-a-a-a”

Wow, senang sekali, hanya bertemu di jalan, dan temanku se-histeris itu?

Tukang ojeg-ku masih terus menarik gasnya, tapi saya masih sempat menjawab, “iyaaa…” ditambah dadah-dadah tangan karena ikut girang. Sayangnya ga sempat kiss-bye. http://matcuoi.com

2 hari setelahnya, saya bertemu Rahma. Aneh. Serius aneh. Responnya memberi kesan kecewa pada pertemuan kami di hari Minggu itu. Dari panggilannya, saya kira dia amat senang waktu itu. Tapi memang berlebihan juga.. Riezka kan bukan artis… ga perlu sampai histeris. http://matcuoi.com

Mulailah rahma bercerita, alasannya kenapa saat itu dia membawa motor pelaaan sekali, yakni karena ban motornya bocor. Namun sayangnya pada saat iseng jalan-jalan tersebut, mereka tidak membawa dompet.

Apakah teman-teman pembaca belum mengerti apa maksudnya? http://matcuoi.com Saya juga, sampai rahma menceritakan bagian berikut….

“Jadi, kemarin itu kami panggil kaka, mau minta tolong… Buat nambal ban. Kita berdua benar-benar ga prepare saat mau pergi dan lupa bawa dompet. Makanya pas ketemu kaka, aku seneng banget. Tapi yaah… cuma dadah-dadah terus pergi.” http://matcuoi.com

http://matcuoi.com hahaha… (saya tertawa dulu), tapi kemudian dengan sigap menjaga sikap. http://matcuoi.com “Maaf, Rahma. Riezka ga tau kalau lagi perlu bantuan… Pantas aja sampai memanggil berlebihan begitu.”

Hikmah dari cerita ini ialah… Tanyakan kabar teman, kerabat, saudara, atau siapa saja orang yang Anda kenal saat ditemui di jalan. Siapa tahu Anda laksana malaikat penyelamat dipandangannya karena mereka sedang memerlukan bantuan. Hati-hati, jangan salah menerjemahkan panggilan sayang-nya. http://matcuoi.com

~*~

Riezka Amalia Faoziah

4 thoughts on “My Story: Panggilan Sayang dari Teman

  1. bakekoq says:

    pelajaran hidup yang menakjubkan.. simple but important.

    • riezka135 says:

      iya.. kita sering bertemu teman atau kerabat secara tidak sengaja, namun mengabaikan keadaannya..

      • bakekoq says:

        lalu, klo ada orang lain yg justru ingin tau keadaan temen nya, tp ad temennya yg tidak mau memberi krn rasa malu. gmn tuh solusinya, ukhti?

KIRIM TANGGAPAN

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s