Motorcycle vs Field of Rice

Sebuah cerita di pertengahan tahun 2012…

Sekitar jam 10 pagi ini riezka naik motor gigi milik seorang teman. Hendak pergi sambil membawa magicjar ke tempat riezky (my brother), yang menunggu di bawah jembatan tol dekat Alfamart Buah Batu.

image from ceritamu.com

Ada 2 jalan alternatif sampai ke tujuan:

1. lewat jalan aspal tapi harus memutar,

2. atau lewat jalan kecil (pematang sawah) untuk memotong.

Saya memilih alternatif kedua. Saya suka tantangan. Hihihi. :p

Walaupun lebih bersahabat dengan matic, sebenarnya ini bukan kali pertama saya menggunakan motor gigi, motor koplingpun sudah ku taklukkan! *applouse: prok prok prok prok prok
terimakasih.. terimakasih…

baik, cukup.

—-cerita selingan—-

Pengalaman terakhir memakai kopling sewaktu di karawang, saat ada acara di sawah. Karena bosan, saya mengajak adik untuk jalan-jalan di daerah yang dikelilingi sawah. Menggunakan satu-satunya motor yang ada disana. Menyusuri jalan kecil khas pedesaan, sesekali melewati pemukiman padat atau kebun tak terawat.  Sekilas pikiran bergumam,  Kalau matic remnya ada di tangan, kopling giginya di tangan. Terus rem-nya dimana? satu lagi pertanyaan muncul waktu itu, kenapa pertanyaan ini baru terpikirkan sesaat sebelum menyambut tikungan?

Setelah setengah mati mengingat, saya mendapat ilham bahwa seperti motor gigi, sepertinya motor kopling juga memiliki rem di kaki. Saya memutuskan untuk mengerem,dan berhasil. Tapi saya lupa, dulu sempat jatuh atau tidak. Hehe.

—-cerita selingan selesai—-

Saya sampai di pematang sawah beraspal dengan lebar + 1,5 meter. Menggunakan motor gigi, dengan magicjar di stang sebelah kiri. Ada 4 tikungan dari kosan, 3 diantaranya terlewati dengan nafas lega. 1 yang terakhir berada persis di tengah sawah, dan itu yang memerlukan teknik membelok paling sulit karena menikung hampir 90 derajat. Melihat kiri-kanan terhampar sawah yang dipenuhi air, saya sangat takut terjatuh. Dan akhirnya terlewati sih… tapi… 3 meter setelahnya, saya tergolepak disana. Sekitar 3 menit dalam posisi tak bergerak (Nunggu dibantu). Naas, tak ada yang menolong. Heu.

But overall, im okay. Tatapan pertama, tertuju pada pergelangan kaki sebelah kiri yang terjepit tindihan motor. Sempurna sudah… belum sembuh betul kaki kanan karena terpeleset dari tangga. Sekarang yang kiri terjepit pula, sungguh pasangan kaki yang harmonis..

Saya betemu adik dengan senyum. Seolah dunia baik-baik saja sebelumnya.

~*~

HIkmah dari cerita ini… hmm, apa ya?

Hati-hati dalam berkendara, gunakan helm dan bawalah obat luka. Karena kecelakaan bisa terjadi dimana saja.

Satu lagi. Bila anda terjatuh, usahakan segera bangkit lagi jangan nunggu dibantu. (lupakan prinsip lagu Butiran Debu yang suram itu).

Wassalam,

Riezka.

2 thoughts on “Motorcycle vs Field of Rice

  1. Joe says:

    safety riding nyak ,,,,,, oke lah

  2. Tagari says:

    Wkwkwk..
    sorry, shouldnt laugh but cant help that i do haha.. *hug*

    Bikin nopel tema momotorang jeng..
    hidupmu berwarna warni dengan motor nampaknya hahah :D

    keep writing, following you, and looking forward to your next andvanture :D

    ahh, miss you~ :3

KIRIM TANGGAPAN

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s