Biarlah Berlalu

….

Tulisanmu dan tulisanku pernah bersatu

Pada satu waktu, ketika pena tuhan menghendakinya

Aku tidak bisa menghentikan pasir waktu, untuk menggenggam kenanganmu

Biarlah berlalu

 

Biar kusimpan cerita kita di atas pohon

Menunggu angin meniup keping-keping perasaaan

Atau dibawa induk burung kepada anak-anaknya, sebagai pakan yang manis.

 

26 Agustus 2014

4 thoughts on “Biarlah Berlalu

  1. Kang Ady says:

    Nice..
    Waktu terlus berlalu dan tak kan pernah kembali. Yang paling jauh dari kita adalah masa lalu (Imam Ghazali).
    Namun demikian, penting diingat bahwa “… dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok…” (Al Hasyr: 18)

  2. hadi hilmawan says:

    mbak ak bole mnta kontak mbak ga mbak mw diskusi ttg Cobit 5 klo diperkenankan mbak :) trima kasih

  3. Rachmi Nursifa Yahya says:

    Assalammu’alaikum mba riezka :)
    Mba tolong ajarkan saya cara menulis blog yang benar,jika mba berkenan ajarkan sayaa ya mba =>> 089650018560=>>rnyynr.blogsport.com

KIRIM TANGGAPAN

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s