Hari Kelima Kerja

Sekarang adalah hari kelima saya Kerja Praktek di salahsatu perusahaan besar di Cikampek.
saya makan siang sendirian.
tapi untungnya ada teman mengobrol, anak berseragam yang wajahnya familiar, kemungkinan sama-sama anak PKL yang berada di biro Teknologi Informasi.

AB(anak berseragam): “yang dari Telkom ya, bimbingannya Pak Angga?”

rz: “iya.. Adek dari SMK mana?”

AB: “oh, saya mah anak sini, SMK Karawang, temen2nya mana? bukannya ber-3 kan ya?”

rz: “iya, yang lain ga ikut. di Kantor Pusat. eh, dari karawang? sami atuh abi oge. adek karawangnya sbelah mana?”

AB: “saya mah dimana-mana.. kalau pagi ya di Cikampek, sore pulang ke ……(lupa, pokoknya menyebutkan salahsatu tempat di Krw), nah kalau malamnya di Telagasari”

rz: “hm, tau, dulu saya pernah ke Telagasari. waktu ada pengajian.”

AB: “aktif di keagamaan ya? saya juga dulu rohis, tapi sekarang engga.”

rz: “oh.. kenapa dek? padahal ikut aja”

AB: “iya, dulu.. sekarang mah cuma ikut di undang aja kalau anak rohisnya ngadain acara. Angkatan berapa?”

rz: “2008. adek kelas berapa, memangnya?”

AB: “saya angkatan 2008”

rz: hening. [tetapi sesungguhnya dada saya bergemuruh hebat]

AB: “saya juga angkatan 2008, kelahiran 90, riezka juga tahun 90 kan?”

rz: “sssa.yya.aa 91” [terbata-bata]

AB: “saya karyawan baru disini.. ”

rz: “OH YA?” [serasa dapat hantaman bata, bukan terbata-bata lagi namanya]

duh, yang membuat saya pucat pasi sebenarnya bukan karena sulit menerima kenyataan bahwa sebenarnya kita seangkatan, tapi karena daritadi saya menggunakan sapaan adek.
#malu bertubi-tubi

Ketika saya bercerita, Uum dan Sisi tertawa. lalu riez diberi penjelasan kalau memang, setiap karyawan baru(dalam masa training) disini harus berseragam. :P
Entah mengapa mindset saya sudah begitu kuat bahwa setiap pemakai seragam adalah; kalau bukan anak sekolah, berarti mahasiswa/i  IT Telkom.

Advertisements

Hari Kedua Kerja

sekarang adalah hari kedua saya Kerja Praktek di salahsatu perusahaan besar di Cikampek.
pagi-pagi mamah sudah menyiapkan sarapan, kemudian bapa tetap memaksa untuk mengantar sampai ke rute mobil jemputan perusahaan. padahal sudah diyakinkan bahwa putri manisnya ini bisa naik umum sendiri. hhi. “nanti nyasar lagi, sekarang cari tau tempat berhenti bis-nya dulu, besok baru mulai sendiri,” my best father said.

yap, sebuah kepercayaan punya harga yang mahal.
tapi kcintaan orangtua pada anak jauh lebih tinggi nilainya, bahkan mungkin tak berbatas.

wow!
ketika saya mengajukan surat lamaran KP (sendiri), samasekali tidak menyangka akan bertemu dengan rekan-rekan pemilik seragam putih biru juga disini! haha..
how lucky im, ternyata saya satu departemen( Teknologi Informasi) dengan 5orang(Ummul Khair, Thursina Andini, Fadhi Winiatama, Adhika Bergi Nugroho, dan Priza Anggara DP) mahasiswa/i pejuang informatika dari IT Telkom.
sejujurnya saya tidak terlalu tertarik sangat payah dalam programming, kawan,
dan ini sangat membantu.

overall,

hari yang menyenangkan :)
kecuali sms salah kirim yang menyangka saya pegawai PAM di rumahnya. parah ~_~”

ayolah, tak ada sedikitpun maksud hati mendiskreditkan pegawai PAM. serius. =)
tapi rasanya.. tenaga seorang perempuan jauh panggang dari api jika disandingkan dengan kekuatan para pria kekar saat mengangkat selang-selang air besar itu.
*alibi

yasudalah…
perkenalkan, saya Riezka, pegawai PAM yang siap sedia datang ke rumah anda, 24jam fulltime, dimanapun dan kapanpun diperlukan.

have a nice day,

Allah yubaarik fiik. :)