Contoh Pidato Anak : Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Muharam

Tidak sengaja, riezka menemukan file yang ditulis sekitar 4 tahun silam. Keberuntungan juga, karena melengkapi permintaan beberapa pembaca dari postingan pidato sebelumnya. Walau hari maulid telah berlalu, semoga tulisan ini ada manfaatnya untuk adik-adik yang masih mencari referensi pidato atau sekedar mengerjakan tugas sekolah. :)

~*~

Assalamualaikum,wr.wb.

Lihat Pidato Selengkapnya…….

Menentukan Keinginan

Bila dunia diibaratkan dengan sebuah negara,

_________________________________

Dunia=Negara

——————————————————————-

maka masing-masing kita adalah presidennya.

berhak menentukan semua kebijakan untuk setiap peristiwa dan kejadian,

memilih antara sedih dan bahagia

murung atau tersenyum,

mengeluh atau bersyukur,

malas atau bekerja,

mencaci atau memuji,

menghianati atau menepati,

berdusta atau jujur,

acuh atau menolong,

diam atau bergerak,

sembunyi atau hadapi,

marah atau ramah,

melawan atau bersabar,

pasrah atau qanaah

`dan banyak opsi lain yang  tidak tertuliskan.

kalau berdasarkan literatur yang kita dengar atau baca… manusia cenderung pada kebaikan.

tapi ego/kesombongan seringkali menguasai diri. memberi jarak pada pilihan yang lebih bijak.

dan (kalau ini pendapat pribadi) sebagian lagi karena pengaruh televisi, protagonis selalu diilustrasikan sebagai pihak yang melulu lemah, tertindas, berurai air mata, setelah itu baru ber-ending bahagia. beberapa, memilih peran berlabel protagonis yang bersikap antagonis, percaya diri akan berakhir indah meski berperan gagah [menjunjung amarah, membanggakan kedudukan yang bersifat fana].

apa bedanya presiden dengan abang tukang chuanki?

apa bedanya presiden dengan montir bengkel?

apa bedanya presiden dengan pemulung sampah yang berpakaian lusuh? mungkin sebagian presiden(kita) hanya unggul dalam sedikit kelebihan materi…

tapi di akhirat nanti, kehidupan yang lebih kekal……….

mungkin saja abang tukang chuanki yang akan lebih bahagia

mungkin saja montir bengkel yang akan lebih sejahtera

dan mungkin saja pemulung sampah yang biasa ter-remehkan, akan lebih meraja daripada yang bergelimang harta sewaktu di dunia.

wallahualam bishawab.

Pak/Bu Presiden yang baik hati, sebuah kehormatan bagi saya Bapak dan Ibu sejenak meluangkan waktu untuk membaca tulisan ini, terlebih bila dapat bertukar pendapat sebentar di kolom komentar  :)

Selamat menentukan strategic goal negara masing-masing, sesuai keinginan… :)

Bebas menentukan keinginan. karena kita, sekali lagi, Presiden.

Semoga bahagia dengan semua keterbatasan di dunia dan setelahnya..

~*~

salam negarawati,

Riezka Amalia Faoziah

*btw, saya dapat saran ni dari dosen supaya kalau bicara pundaknya jangan sambil diangkat,saya sendiri ga nyadar lho tiba-tiba ada kebiasaan kaya gitu,, pasti keliatannya cupu beeeeud mungkin yah. #curhatsambilan #ganyambungsamajudul #ngerusakatmosfir. hehehe.

[Nice Words] Sedih dan Bahagia

Saya mengutip beberapa nice words dari seorang tokoh, beliau dosen saya, yang terkenal dengan jargon :

3S = Salam Sukses Selalu. haha…

Judul postingan ini dipetik berdasarkan quote pertama(tulisan berwarna merah), sekaligus yang paling saya ingat!

-Bila Musibah dan Anugerah adalah cobaan, untuk apa kita terlalu larut dalam kesedihan atau hanyut dalam euforia kegembiraan berlebihan.

– Satu-satunya yang menyedihkan adalah hidup tanpa tujuan terhormat yang layak untuk diperjuangkan.

– “Uang, sampai tingkat tertentu, kadang-kadang membawa Anda ke lingkungan yang lebih menarik. Tetapi uang tidak dapat mengubah jumlah orang yang mencintai Anda atau seberapa sehatnya Anda.” Warren Buffet.

– Berterimakasihlah kepada orang-orang yang telah menunjukan kekurangan kita, walaupun mereka masih terlalu halus untuk menggambarkan kita yang sebenarnya. Bahkan kita jauh lebih buruk dari itu.

“Think big… start small… move fast…” Prim Kumar’s father

– Tidak masalah kita meninggal di pesawat, dalam mobil, di rumah sakit, saat mendaki gunung, atau dimanapun. Yang jadi masalah adalah jika bekalnya belum siap.

~*~

inspirational quotes of my honorable lecturer,

Dr. Maman Abdurohman (IT Telkom)